Tasyakuran 7 bulanan kehamilan adalah tradisi selamatan yang digelar saat usia kandungan memasuki bulan ketujuh, biasanya bertepatan dengan 28 minggu kehamilan, sebagai ungkapan syukur atas kesehatan ibu dan janin. Acaranya diisi doa bersama, pembacaan surat-surat pilihan, sedekah, dan jamuan makan. Untuk mengundang keluarga, Anda cukup membuat teks undangan tasyakuran yang memuat nama ibu, tanggal, waktu, lokasi, serta kalimat ajakan singkat—bisa dikirim lewat WhatsApp atau dicetak.

Di Indonesia, tradisi ini dikenal dengan banyak nama: tingkeban (Jawa), mitoni, atau tasyakuran 7 bulanan. Meski begitu, inti acaranya sama, yaitu memohon keselamatan ibu dan calon bayi menjelang persalinan. Artikel ini merangkum serba-serbi acaranya sekaligus contoh teks undangan yang bisa langsung Anda pakai.

Apa Itu Tasyakuran 7 Bulanan Kehamilan?

Tasyakuran 7 bulanan kehamilan adalah acara syukuran adat-religius yang dilakukan saat kehamilan menginjak bulan ketujuh. Tujuannya mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas kehamilan yang sehat dan memohon kelancaran saat persalinan nanti. Acara umumnya digelar di rumah dengan mengundang kerabat, tetangga, dan tokoh agama untuk memimpin doa.

Rangkaian acaranya bervariasi tergantung daerah, tetapi biasanya mencakup:

  • Pembacaan doa dan surat pilihan, seperti Surat Yusuf, Maryam, dan Ar-Rahman yang dipercaya membawa keberkahan bagi janin.
  • Sedekah atau santunan kepada tetangga dan kerabat sebagai bentuk berbagi rezeki.
  • Prosesi adat seperti siraman, memecahkan kelapa, atau memandikan ibu hamil dengan air bunga (khusus tradisi Jawa).
  • Jamuan makan bersama sebagai penutup acara.

Durasi acara umumnya 1–3 jam, dengan jumlah tamu berkisar 20–100 orang tergantung skala yang diinginkan.

Bagaimana Kalimat Undangan Tasyakuran yang Baik?

Kalimat undangan tasyakuran yang baik bersifat singkat, sopan, dan memuat informasi lengkap: siapa yang mengundang, acara apa, kapan, di mana, dan harapan kehadiran. Gunakan bahasa yang hangat namun tidak berlebihan. Contoh kalimat pembukanya: "Dengan memohon rahmat Allah SWT, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir dalam tasyakuran 7 bulanan kehamilan putri kami."

Hindari kalimat yang terlalu panjang karena membuat tamu sulit menangkap inti acara. Cukup 2–4 kalimat pengantar, lalu rincian acara dalam format poin-poin agar mudah dibaca di layar ponsel.

Bagaimana Cara Membuat Undangan Tasyakuran?

Membuat undangan tasyakuran kini bisa dilakukan dalam hitungan menit tanpa keahlian desain. Ada dua jalur utama: membuat sendiri secara digital atau memesan jasa desain. Berikut langkah praktisnya:

  1. Tentukan informasi inti: nama ibu hamil, usia kandungan, hari dan tanggal, waktu, lokasi lengkap dengan alamat, serta nama pengundang.
  2. Pilih format: undangan digital (gambar atau tautan) untuk dikirim via WhatsApp, atau cetak untuk kerabat senior.
  3. Susun teks menggunakan struktur pembuka–isi–penutup seperti contoh di bawah.
  4. Desain atau gunakan template: aplikasi gratis seperti Canva menyediakan banyak template bernuansa islami dan floral.
  5. Sebarkan 5–7 hari sebelum acara agar tamu punya waktu menyesuaikan jadwal.

Jika ingin lebih praktis, platform undangan digital seperti Menica menyediakan template siap pakai yang bisa dipersonalisasi dan dibagikan lewat tautan—cocok untuk acara skala keluarga maupun besar.

Seperti Apa Contoh Teks Undangan Tasyakuran?

Berikut contoh teks undangan tasyakuran yang bisa Anda salin dan sesuaikan:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dengan memohon rahmat dan ridha Allah SWT, kami bermaksud menggelar tasyakuran 7 bulanan kehamilan putri kami:

KeteranganDetail
Nama ibu hamilSiti Nurhaliza
Usia kandungan7 bulan (28 minggu)
Hari, tanggalSabtu, 14 Maret 2026
Waktu09.00 WIB – selesai
LokasiKediaman Bapak Ahmad, Jl. Melati No. 12, Bandung

Merupakan suatu kehormatan apabila Bapak/Ibu/Saudara berkenan hadir untuk memberikan doa restu. Atas kehadiran dan doanya, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagaimana Contoh Undangan Tasyakuran Anak?

Undangan tasyakuran anak digunakan untuk acara syukuran atas kelahiran atau pencapaian seorang anak, misalnya aqiqah, tasyakuran ulang tahun, atau syukuran naik kelas. Struktur teksnya mirip undangan 7 bulanan, tetapi isi acaranya disesuaikan. Contoh kalimatnya: "Dengan penuh rasa syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir dalam tasyakuran kelahiran putra kami, Muhammad Rizky, pada Minggu, 5 April 2026."

Untuk acara aqiqah, sebutkan pula jumlah kambing yang disembelih dan nama pemimpin doa agar tamu memahami rangkaian acaranya.

Bagaimana Contoh Undangan Tasyakuran Bayi?

Undangan tasyakuran bayi biasanya dipakai untuk syukuran menyambut kelahiran bayi, seperti tasyakuran 4 bulanan, aqiqah, atau selamatan tujuh hari kelahiran. Teksnya menonjolkan nama bayi, tanggal lahir, dan jenis kelamin bila ingin disebutkan. Contoh: "Telah lahir putri kami, Aisyah Zahra, pada 2 Februari 2026. Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir dalam tasyakuran bayi pada Sabtu, 8 Februari 2026, pukul 10.00 WIB di kediaman kami."

Sertakan nomor kontak panitia agar tamu bisa mengonfirmasi kehadiran, terutama bila acara digelar di luar rumah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan tasyakuran 7 bulanan sebaiknya digelar?

Umumnya pada usia kehamilan 28 minggu atau awal bulan ketujuh. Banyak keluarga memilih tanggal yang bertepatan dengan hari baik menurut adat setempat.

Apakah tasyakuran 7 bulanan wajib dilakukan?

Tidak wajib secara agama, tetapi merupakan tradisi budaya yang dianjurkan sebagai bentuk syukur. Pelaksanaannya menyesuaikan keyakinan dan adat masing-masing keluarga.

Berapa lama waktu ideal menyebarkan undangan?

Sebaiknya 5–7 hari sebelum acara, agar tamu punya cukup waktu mengatur jadwal dan Anda bisa memperkirakan jumlah kehadiran.

Apakah undangan tasyakuran bisa dikirim lewat WhatsApp?

Bisa. Undangan digital berupa gambar atau tautan sangat praktis dan lazim digunakan, terutama untuk tamu berusia muda.

Foto sampul: Luis Tosta / Unsplash